Hal yang Dipersiapkan untuk Memulai Bisnis Online

Tahun lalu, tepatnya pada tanggal 25 November 2019, Presiden Jokowi mengeluarkan peraturan pemerintah baru yang berhubungan dengan usaha online, yang mana mengharuskan para penjual online untuk memiliki izin usaha yang berlaku dimulai pada tahun 2020.

Ketentuan ini masuk dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

 

Kementrian Perdagangan (Kemendag) juga ikut serta mensosialisasikan peraturan baru ini dan menghimbau kepada para penjual online yang telah memiliki izin usaha untuk kembali memperbarui data yang ada melalui Online Single Submission (OSS).

 

Pendaftaran ulang diberlakukan untuk seluruh pengusaha online yang melakukan perdagangan melalui sistem elektronik.

Untuk para penjual online yang sudah cukup besar atau memiliki marketplace sendiri, cukup mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Dan bagi para penjual online yang menjalankan usahanya secara individual, cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimiliki.

 

Izin Usaha Melalui OSS

Sekarang, sudah tidak perlu lagi repot-repot mengurus izin usaha. Pemerintah memberlakukan OSS bagi pelaku bisnis baik online maupun offline, yang tidak perlu lagi untuk mengurus izin usaha dengan datang ke kantor Kemendag.

 

Lalu, apa sih OSS?

OSS atau Online Single Submission adalah perizinan berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS atas nama pemerintahan yang bersangkutan dan diberikan kepada pelaku usaha melalui sistem elektronik yang sudah terintegrasi.

 

Terus gimana caranya mendaftar melalui OSS?

Input Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk membuat user ID. Jika penjual memiliki badan usaha, NIK yang diperlukan adalah penanggung jawab kepemilikan badan usaha tersebut.

  • Melakukan log in ke sistem OSS.
  • Mengisi data untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Selain NIB, para penjual online juga akan mendapatkan beberapa dokumen pendaftaran lain guna memperoleh:

  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan atau perorangan.
  • Surat Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).
  • Bukti pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
  • Notifikasi kelayakan untuk memperoleh fasilitas fisik atau izin usaha di sektor perdagangan: Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

 

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto menegaskan akan menjatuhkan denda atau sanksi pencabutan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bagi para penjual online yang mengabaikan serta tidak melakukan pendaftaran ulang.

Kewajiban untuk memiliki izin usaha juga berlaku untuk Warga Negara Asing (WNA).

 

Bagaimana setelah mengetahui hal-hal yang harus dipersiapkan jika kamu ingin memulai bisnis online? Agak rumit kah?

Namun, jangan khawatir. Hal ini masih dalam proses sosialisasi dan kamu masih bisa daftar baru bisnis online kamu di e-commerce Shopee ataupun Bukalapak secara simple dengan mudah tanpa perlu mengurus secara resmi keberadaan toko online kamu.

 

Tapi jika toko online kamu sudah berkembang dan semakin besar, demi kemajuan bangsa dan keteraturan dalam menjalankan amanat sebagai penjual online, jangan lupa daftarkan bisnismu, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *